Penyebab Lupus

Faktor yang diduga sangat berperan terserang peyakit lupus adalah faktor lingkungan , seperti paparan sinar matahari, stres, efek beberapa jenis obat, dan virus.
Oleh karena itu, bagi para penderita lupus dianjurkan keluar rumah sebelum pukul 09.00 atau sesudah pukul 16.00. Saat bepergian, oleskan sun block atau sun screen (pelindung kulit dari sengatan sinar matahari) pada bagian kulit yang terpapar.
Sesungguhnya alam telah membekali tubuh kita dengan mekanisme pertahanan yang bertugas melawan penyakit. Fungsi perlindungan ini dijalankan oleh sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari jaringan sel terutama oleh sel darah putih yang menghasilkan antibodi untuk melawan bakteri.
Semestinya sel tersebut menjadi tulang punggung sistem pertahanan tubuh dan hanya menyerang benda asing seperti virus dan bakteri. Namun pada penderita lupus, sistem pertahanannya berbalik menyerang partikel-partikel inti sel tubuhnya sendiri dengan mengeluarkan berbagai zat antibodi (auto antibodies) yang menimbulkan kerusakan disertai penurunan fungsinya atau reaksi autoimun.
Penyakit lupus terjadi akibat produksi antibodi berlebihan. Antibodi tersebut tidak menyerang virus, kuman bakteri yang masuk kedalam tubuh, tapi justru menyerang sistem kekebalan sel dan jaringan tubuh sendiri. Hal ini menimbulkan gejala lesu, lemah, letih, lelah, demam, sakit kepala, berat badan menurun, kehilangan nafsu makan, rambut rontok, nyeri sendir, otot ngilu, kurang darah, dan kerusakan berbagai organ peting seperti ginjal, susunan saraf, paru serta jantung.

Tampilan penyakit ini sedemikian beragam, dan setiap pasien memiliki serangkaian gejala yang berbeda. Lupus dapat pula tampil mirip dengan penyakit lain , seperti artritisreumatoid, tuberkulosis, demam berdarah dengue, demam tifoid, dan lain-lain, sehingga sulit terdiagnosis atau bahkan didiagnosis dengan penyakit lain yang memiliki gekala mirip dengannya.
Lupus dapat disertai dengan penyakit lain seperti radang kelenjar gondok, meningkatnya kekntalan darah, bahkan beberapa penyakit kanker seperti kanker indung telur.
Hal ini tentu saja lebih mempersulit diagnosa dan cara pengobatannya.

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Lupus Eritematosus

Gejala-Penyakit-Lupus1Penyakit lupus eritematosus sistemik (LES) adalah salah satu penyakit kronik yang ditandai oleh terbentuknya antibody-antibodi terhadap beberapa antigen diri yang berkelainan. Antibodi-antibodi tersebut biasanya adalah lgG atau lgM dan dapat bekerja terhadap asam nukleat pada DNA atau RNA , protein jenjang koagulasi, kulit, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Kompleks antigen antibody dapat mengendap di jaringan kapiler sehingga terjadi reaksi hipersensitivitas tipe III, kemudian terjadi peradangan kronik.  Penyebab penyakit  lupus eritematosus tidak diketahui, walaupun penyakit ini sering terjadi pada orang-orang dengan kecenderungan mengidap penyakit oto imun.

Penyenbab penyakit lupus eritematosus  belum diketahui secara pasti, agaknya disebabkan kombinasi berbagai faktor seperti genetic hormone, infeksi, dan lingkungan. Terjadi penyimpangan  pada system kekebalan yang pada mulanya system kekebalan tidak bisa membedakan teman dan musuh, kemudian “teman-teman” sendiri (sel-sel tubuh/organ sendiri) dianggap sebagai musuh, sehingga dibuat zat anti terhadap sel-sel tersebut kemudian zat  anti ini menyerang sel-sel tubuh/organ sendiri tersebut.

Akibat dari penyebab penyakit  lupus eritematosus pada serangan ini menimbulkan kerusakan-kerusakan pada organ tersebut.  Organ yang diserang praktis hampir semua organ, misalnya ginjal, sendi, kulit, system darah, saraf/otak, organ saluran pencernaan, paru, jantung, bahkan bisa sampai kelainan jiwa (psikosis).  Ginjal yang terserang penyakit luus disebut nephritis.  Penyakit ginjal ini dapat berjenis ringan sampai dengan berat. Untuk mengetahui jenis penyakit lupus ginjal ini, maka memang perlu dilakukan biopsy ginjal. Terdapat 6 jenis/kelas penyakit lupus ginjal ini dari segi pemeriksaan biopsy ginjal. Kelas IV biasanya merupakan  penyakit lupus ginjal yang paling berat dan agresif. Karena itu penyakit lupus ginjal kelas IV dan juga kelas III, akan selalu diobati lebih intensif agar dicapai keberhasilan pengobatan yang lebih baik.

Faktor penyebab penyakit lupus eritematosus adalah faktor keturunan, akibat pengaruh lingkungann atau keadaan abnormal hormone seksual. Bukti faktor keturunannya adalah kejadiannya lebih besar pada monozigot dibandingan dizigot. Sekitar 10% dapat terjadi pada lingkungan keluarga. Manifestasi klinis lupus eritematosus bervariasi, penyebabnya kurang jelas, dan gambaran klinisnya tidak khas. Penyakit ini dapat mulai dengan satu organ dan selanjutnya muncul juga gambaran klinis organ lain sejalan dengan berkembangnya penyakit. Manifestasi klinis yang berat adalah gangguan fungus organ yang multiple. Secara umum, manifestasi klinisnya adalah badan panas, disertai lelah, pembengkakan persendian, ruam kulit, sensitive terhadap sinar, anemia, dan penurunan fungsi kesadaran.  Untuk dapat menegakkan diagnosis lupus eritematosus, harus dijumpai minimal empat atau lebih manifestasi klinis.

Perlu diperhatikan bahwa lupus eritematosus dan kehamlan dapat bersifat  fatal bagi kduanya sehingga diperluka penanganan yang serius. Kehamilan ini akan menjadi lebih baik apabila :

  1. Kejadian lupus  telah lebih dari 6 bulan
  2. Tidak dijumpai gangguan ginjal
  3. Tidak terdapat superimpose preeclampsia/eklampsia
  4. Tidak dijumpai antibody antifosfolipid.

 

 

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Apa Penyebab Lupus

Karena pemahaman terhadap penyakit lupus masih samar-samar, ada yang menyangka bahwa lupus adalah penyakit keturunan, menular dan penyakit aneh. Lupus bukan penyakit infeksi, dan karenanya lupus tidak menular.
Pada tubuh penderita lupus terhadap unsur genetika yang menentukan kepekaan untuk timbulnya penyakit jika yang bersangtkutan terpapar, faktor pencetus yang bersifat fisik, seperti virus tertentu, teriknya sinar matahari,cat ramb8ut, asap rokok, zat warna (rhodamin), pengawet makanan, obat-obatan (anti TBC, sulfa, pil, suntikan KB, antihipertensi, antiayan), atau setelah melakukan aktivitas fisik yang menimbulkan kelelahan.
Pencetusnya dapat pula berasal dari faktor non fisik berupa stres emosional yang berat seperti kecemasan, rasa sedih, dan marah.
Faktor pencetus itulah yang akan mengaktifkan gen dimaksud sehingga diproduksi zat anti yang melawan jaringan tubuhnya sendiri.
Pengobatan lupus sampai saat ini masih mengandalkan steroid (prednisolon) dan bebeapa obat lain (imunosupresan) yang tadinya hanya digunakan untuk mengatasi reaksi yang dialami pasien cangkok organ.

Jika digunakan secara tepat, kombinasi obat-obatan tersebut dapat mengatasi kondisi kritis. Penderita lupus kemungkinan bisa hidup normal biloa mereka berobat atau melakukan kontrol secara teratur.
Jangan jadi dokter sendiri, lakukan terapi sesuai anjuran dan carilah sumber-sumber yang tepat. Penyebab pasti dari penyakit lupus sampai sekarang belum diketahui, namun penyakit tersebut lebih banyak menyerang kaum wanita, berusia antara 20-40 tahun. Dari kasus kematian karena penyakit lupus, penyebab tidak tertolongnya jiwa mereka dikarenakan penyakit tersebut terlambat diketahui. Walaupun tidak seganas kanker, angka kematiannya sebanding dengan penyakit jantung koroner.
Dampak penyakit lupus terhadap kualitas hidup sangat besar, apalagi karena sebagian besar penderitanya adalah wanita usia produktif.

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Lupus

Berdasarkan kriteria yang disusun oleh para pakar reumatologi Amerika, kriteria spesifik untuk penyakit lupus memiliki tanda dan gejala berupa nyeri atau radang sendi, nyeri otot, demam yang hilang timbul tanpa sebab yang jelas, bercak merah pada wajah. Selain itu rambut rontok, nyeri ujung jari tangan dan kaki, sensitif terhadap sinar matahari, sariawan, radang ginjal, gangguan sistem darah, radang selaput paru dan jantung, radang saraf gangguan otak dan adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening.
Untuk pengobatannya sangat bervariasi antara satu penderita dengan penderita lainnya, tergantung dari keluhan penderita, berat ringannya penyakit, dan ada tidaknya komplikasi dan lainnya. Penyandang lupus hendaknya melakukan diet dengan tinggi asupan serat dan protein yang mudah dicerna memperbanyak sayuran mentah atau dikukus dan mengurangi santapan daging.
Menurut Prof. Dr. Zubairi Djoerban dari Divisi Hematologi Onkologi Medik departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSUPN Cipto Mangunkusumo, di Indonesia diperkirakan ada sekitar 1,5 juta penderita lupus. Namun kepedulian masyarakat awam terhadap penyakit autoimun ini masih kurang.
Dokter Rachmat Gunadi Wachjudi SpPD-KR. rematolog dari RSHS Bandung mengatakan bhawa sampai april 2006 tercatat 380pasien lupus yang berobat di RSHS Bandung . Jumlah penyandang lupus yang sudah terdata di Jawa Barat mencapai 700 orang, dengan 10 kasus yang baru datang setiap bulan ke RS. Hasan Sadikin dalam kondisi bervariasi, mulai dari kelainan di bagian kulit hingga tiba dalam keadaan koma.
Sebagian besar pasien yang datang adalah wanitadengan rentang usia antara 17-35 tahun dan hanya 19 orang pria.

 

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Leave a comment

Pengobatan Penyakit Lupus

Pengobatan penyakit lupus memang masih sangat mahal, apalagi ia sudah menyerang otak, ginjal dan darah. Harga suntikan kartikosteroid bisa mencapai 38 juta rupiah untuk sekali masuk. Ini belum termasuk obat-obatan rutin yang harganya Rp. 25.000 per butir, dan harus di konsumsi hingga empat kali dalam satu hari . Sekretaris Program Pascasarjana Farmasi ITB, dr. I Ketut Adnyana, tengah meneliti tanaman mahkota dewa untuk digunakan sebagai obat antiradang (inflamasi) bagi penyandang penyakit lupus. Namun obat itu masih perlu uji klinis.
Di Indonesia terdapat dua support Group yakni Care forLupus Yayasan Syamsi Dhuha dibawah pimpinan Dra. Dian Syarief dan Yayasan Lupus Indonesia dibawah pimpinan Tiara Savitri.
Dukungan yang diupayakan oleh kedua yayasan tersebut sejalan dengan apa yang telah diselenggarakan oleh yayasan serupa di negara lain yakni pennyediaan informasi, penyelenggaraan edukasi, kelompok, advokasi, dan bantuan finansial untuk kelompok tak mampu. Support group tersebut secara bahu membahu dengan para dokter pemerhati lupus terus berusaha meningkatkan kualitas hidup para penderita lupus.

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Lupus

Barangkali kita pernah mendengar istilah lupus, tapi kita sendiri tidak tahu persis penyakit lupus itu seperti apa. Mungkin karena kita beranggapan bahwa kita merasa sehat dan tidak perlu tahu mengenai hal itu. Padahal setiap tanggal 10 Mei diperingati sebagai Hari Lupus Sedunia. Saat ini diperkirakan terdapat 5 juta penderita lupus diseluruh dunia, dan tidak kurang dari 200.000 penderita lupus (Lupus Eritamatosus sismetik)berada di Indonesia. Lupus adalah penyakit autoimun, sejenis alergi terhadap diri sendiri .
Penyakit ini terjadi akibat ketidakharmonisan tatanan kehidupan di sel jaringan yang mengakibatkan perubahan tabiat sel darah putih (limfosit).
Penyakit lupus tidak memandang ras ataupun status sosial seseorang . Contohnya lupus telah banyak menyerang wanita produktif. Meski kulit wajah penderita penyakit lupus dan sebagian tubuh lainnya muncul bercak-bercak merah, penyakit ini tidak menular.
Terkadang kita meremehkan rasa nyeri pada persendian, seluruh organ tubuh terasa sakit atau terasa kelainan pada kulit, atau tubuh merasa kelekahan berkepanjangan serta sensitif terhadap sinar Matahari.
Semua itu merupakan sebagian dari gejala penyakit lupus.

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Leave a comment

Komplikasi Penyakit Lupus

Penyakit lupus memiliki jumlah dan jenis antibodi lebih banyak dibandingkan dengan penyakit lainnya. Oleh karenanya penyakit lupus ini tergantung dari berat tidaknya gejala yang berkembang dari setiap penderita lupus. Gejala setiap penderita lupus berlainan yang satu dengan lainnya, mulai dari penyakit ringan sampai penyakit yang berat.

Awalnya lupus hanya menyerang satu organ tubuh, karena penyakit lupus memiliki sistem autoimun atau kekebalan tubuh yang berlebih kemudian berkembang dan berbalik menyerang diri sendiri. Lambat laun autoimun pada penderita lupus akan berkembang dan menyerang bagian organ tubuh lainnya, seperti :

1. Otot dan kerangka tubuh

Sebagian besar penderita lupus akan mengalami nyeri persendian dan kebanyakan diantara penderita lupus hingga mengalami arthritis. Umumnya bagian persendian yang diserang adalah persendian pada jari tangan, tangan, pergelangan tangan, dan lutut.

2. Kulit

Kulit merupakan bagian utama yang diserang oleh penyakit lupus karena memiliki banyak kelenjar dan jaringan kulit yang mudah tersebar melalui aliran darah. Hampir 50 % penderita lupus akan menderita seperti wajah memerah pada bagian tulang pipi hingga hidung dengan membentuk ruam merah seperti sayap kupu-kupu. Ruam dan kulit yang memerah pada bagian wajah akan semakin berkembang dan melebar jika terpapar langsung oleh sinar matahari yang semakin memperburuk keadaan.

3. Ginjal

Selain menyerang otot dan kulit, penyakit lupus juga akan menyerang organ bagian dalam yang sangat penting dalam kehidupan manusia, yakni ginjal. Penyakit lupus yang juga dapat menyerang ginjal ini akan menyebabkan penimbunan protein di dalam sel-sel ginjal, namun hanya 50 % penderita lupus yang mengalami komplikasi pada ginjal. Penyakit lupus yang menyerang ginjal disebut dengan nefritis lupus (peradangan ginjal yang menetap). Pada akhirnya, penyakit nefiritis lupus ini akan mengalami gagal ginjal, pengobatan yang disarankan adalah melakukan dialisa atau pencangkokan ginjal.

4. Sistem saraf

Bagian organ tubuh penting lainnya yakni sistem saraf yang berpusat di otak. Sekitar 25% penderita lupus mengalami gangguan pada sistem saraf. Dari kasus yang ditemukan penderita lupus akan mengalami disfungsi mental yang bersifat ringan, korda spinalis maupun sistem saraf, kejang, psikosa, sindroma otak organik dan sakit kepala serta kelainan yang mungkin bisa terjadi di beberapa bagian lain dari otak.

5. Darah

Umumnya, sebagian masyakarat Indonesia yang mengetahui penyakit lupus ini tidak mampu menggerakkan tubuhnya dengan normal, karena penyakit lupus yang diketahui oleh masyarakat luas seperti gejala pada penyakit stroke dan emboli paru. Hampir 85 % penderita lupus yang tidak mampu mengerakkan tubuhnya banyak terjadi di kota besar, penderita hanya mampu tergolek kaku di tempat tidur disertai beberapa kelainan perubahan pada bagian tubuh seperti lengan mengecil, paha membesar, kelenjar pada bagian leher melebar membengkak dan mulut mengecil.

Hal ini diakibatkan oleh kelainan darah, terbentuknya bekuan darah di dalam vena maupun arteri yang dapat mengakibatkan stroke dan emboli paru. Hal ini disebabkan oleh jumlah trombosit yang berkurang dan tubuh membentuk antibodi yang melawan faktor pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan dan anemia akibat penyakit menahun.

6. Jantung

Bagian lainnya dari tubuh yang sangat penting adalah jantung. Penyakit lupus juga dapat menyebabkan peradangan di berbagai bagian jantung seperti perikarditis, endokarditis maupun miokarditis, nyeri dada dan aritmia.

7. Paru-paru

Organ paru-paru pun tak luput dari komplikasi penyerangan dari penyakit lupus ini. Pada penyakit lupus yang juga menyerang paru-paru dapat terjadi pleuritis (peradangan selaput paru) dan efusi pleura ( penimbunan cairan antara paru dan pembungkusnya). Akibat yang akan terjadi adalah sering timbul nyeri dada dan sesak nafas.

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Penyakit Lupus

Dalam keadaan yang normal, sistem kekebalan tubuh berfungsi sebagai media tubuh untuk mempertahankan diri dan menghalau berbagai ancaman ienfksi dan virus agar tidak dengan mudah masuk dalam tubuh. Namun kenyataan tersebut lain, jika seseorang menderita penyakit lupus.

Pada penyakit lupus dan penyakit autoimun lainnya, sistem kekebalan tubuh justru menyerang balik melawan tubuh yang sehat. Dimana antibodi tersebut dihaasilkan untuk menyerang sel tubuhnya sendiri. Sistem kekebalan tubuh yang bersifat berlebihan akan mulai menyerang sel darah. Organ dan jaringan tubuh, sehingga terjadi penyakit menahun.

Beberapa faktor penyebab penyakit lupus itu timbul tidak banyak diketahui, mungkin beberapa para medis memperkirakan penyebab penyakit lupus itu timbul dengan mengenali beberapa ciri yang timbul, seperti pipi memerah dan membentuk sekelompok bintil merah di bagian wajah terutama sekitar hidung seperti bentuk sayap kupu-kupu. Namun beberapa faktor penyebab lupus diungkapkan disebabkan oleh faktor lingkungan yang kurang bersih, hidup dan bertempat tinggal dengan keadaan padat penduduk, serta gen orang tua dsb.

Dari sekian banyaknya kasus, diketahui beberapa penyebab dari penyakit lupus ini, adalah :

- Infeksi
- Antibiotik (terutama golongan sulfa dan penisilin)
- Paparan langsung sinar matahari
- Pikiran stress yang berlebihan
- Efek samping penggunaan obat tertentu
- Fungsi ketidak optimalan dari hormon-hormon tubuh

Ada beberapa yang menyebutkan, bahwa penyakit lupus dibawa oleh salah satu gen orang tua yang mungkin pernah mengidap dan menderita lupus. Namun, angka kejadian penyakit lupus yang disebabkan oleh gen orang tua hanya mencapai sekitar 10 %. Apabila penyakit lupus menyerang pada usia anak-anak terjadi hanya sekitar 5 %.

Penyakit lupus lebih mudah menyerang dan hinggap pada kaum wanita, sampai dengan risiko 10-15 kali lebih sering menyerang wanita. Hal ini disebabkan oleh faktor hormonal yang dimiliki wanita terutama estrogen akan mengalami suatu perubahan baik ketika seorang wanita itu hamil ataupun sebelum menstruasi. Kemungkinan pelepasan hormon tersebut lah yang berperan dalam timbulnya penyakit ini.

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tanda Tanda Penyakit Lupus

Lupus atau systemic lupus erythematosus adalah penyakit kronis autoimun yang terjadi karena produksi antibodi (zat kekebalan tubuh) berlebihan. Penyakit lupus dapat berakibat fatal jika tidak terdiagnosis dan ditangan sejak dini. Banyak gejala yang ditimbulkan oleh penyakit lupus yang menyerupai penyakit lain. karenanya penyakit ini sering disebut sebagai “peniru ulung”.

Penyakit lupus sering menyerang wanita dalam usia produktif. Gejala umumnya adalah demam, rasa lelah berkepanjangan, rambut rontok dan pegal-pegal otot. Ruam-ruam kulit yang memerah pada wajah yang menyerupai bentuk kupu-kupu, lemas dan kerontokan rambut merupakan ciri yang paling sering terjadi pada penderita lupus. Penyakit lupus sendiri dibagi menjadi 3 jenis yakni LSE (Lupus erythematosus Systemic), lupus discoid dan lupus obat (terjadi karena efek samping obat).


Tidak semua penyakit itu menular, termasuk penyakit lupus tidak menular dan tidak dapat dikatakan sebagai penyakit keturunan. Hingga kini, tingkat prevalensi penderita lupus akibat faktor genetika hanya mencapai 10 %. Faktor yang diduga sangat berperan memicu munculnya penyakit lupus adalah lingkugan, seperti paparan sinar matahari, stress, beberapa jenis obat dan virus.

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , , , | Leave a comment