Penyebab Penyakt Lupus

Penyebab Penyakt Lupus – Faktor penyebab penyakit lupus yang diduga sangat berperan terserang peyakit lupus adalah faktor lingkungan , seperti paparan sinar matahari, stres, efek beberapa jenis obat, dan virus. Oleh karena itu, bagi para penderita lupus dianjurkan keluar rumah sebelum pukul 09.00 atau sesudah pukul 16.00. Saat bepergian, oleskan sun block atau sun screen (pelindung kulit dari sengatan sinar matahari) pada bagian kulit yang terpapar. Sesungguhnya alam telah membekali tubuh kita dengan mekanisme pertahanan yang bertugas melawan penyakit. Fungsi perlindungan ini dijalankan oleh sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari jaringan sel terutama oleh sel darah putih yang menghasilkan antibodi untuk melawan bakteri.

Penyebab Penyakt Lupus

Penyebab Penyakt Lupus

Penyakit Lupus

Semestinya sel tersebut menjadi tulang punggung sistem pertahanan tubuh dan hanya menyerang benda asing seperti virus dan bakteri. Namun pada penderita lupus, sistem pertahanannya berbalik menyerang partikel-partikel inti sel tubuhnya sendiri dengan mengeluarkan berbagai zat antibodi (auto antibodies) yang menimbulkan kerusakan disertai penurunan fungsinya atau reaksi autoimun.

Penyakit lupus terjadi akibat produksi antibodi berlebihan. Antibodi tersebut tidak menyerang virus, kuman bakteri yang masuk kedalam tubuh, tapi justru menyerang sistem kekebalan sel dan jaringan tubuh sendiri. Hal ini menimbulkan gejala lesu, lemah, letih, lelah, demam, sakit kepala, berat badan menurun, kehilangan nafsu makan, rambut rontok, nyeri sendir, otot ngilu, kurang darah, dan kerusakan berbagai organ peting seperti ginjal, susunan saraf, paru serta jantung.

Tampilan penyakit ini sedemikian beragam, dan setiap pasien memiliki serangkaian gejala yang berbeda. Lupus dapat pula tampil mirip dengan penyakit lain , seperti artritisreumatoid, tuberkulosis, demam berdarah dengue, demam tifoid, dan lain-lain, sehingga sulit terdiagnosis atau bahkan didiagnosis dengan penyakit lain yang memiliki gekala mirip dengannya. Lupus dapat disertai dengan penyakit lain seperti radang kelenjar gondok, meningkatnya kekntalan darah, bahkan beberapa penyakit kanker seperti kanker indung telur. Hal ini tentu saja lebih mempersulit diagnosa dan cara pengobatannya.

Penyebab Penyakit Lupus

Hingga saat ini penyebab penyakit lupus masih belum diketahui secara jelas dan penyakit autoimun lainnya, dan sebagian besar mempercayai bahwa penyebab penyakit lupus adalah hasil dari kedua terjadinya rangsangan gentik dan lingkungan. Karena penyakit lupus diketahui berasal dari keluarga, dan dokter mempercayai bahwa kemungkinan untuk seseorang mewarisi faktor genetik pada penderita penyakit lupus. Namun tidak ada gen yang dikenal dengan langsung bisa mengakibatkan munculnya penyakit lupus. Besar kemungkinan bahwa mempunyai suatu kecenderungan untuk  bisa menurunkan penyakit lupus adalah karena adanya kontak pada beberapa pemicu lingkungan.

Dan jumlah yang paling tinggi dari kasus penyebab penyakit lupus adalah wanita dibandingkan oelh pria kemungkinan menunjukkan bahwa penyebab penyakit ini bisa disebabkan karena jenis hormon tertentu. Dokter juga percaya bahwa hormon seperti estrogen yang bisa mengatur perkembangan penyakit lupus akibat dari gejala kecenderungan yang nampak sebelum periode siklus haid berlangsung atau sedang masa kehamilan.

Penyakit lupus hingga saat ini masih menjadi masalah yang besar karena kebanyakn populasi yang masih belum menyadari bahaya dari jenis penyakit ini. Mengingat bahwa penyakit lupus merupakan penyakit autoimun yang terjadi sangat fatal dan bisa menyerang wanita usia muda. Mortalitas pada penyakit lupus 5 kali lebih besar dibandingkan populasi yang normal. Dan selain itu juga kematian dari penyakit lupus terbagi menjadi 2 fase yakni adalah fase awal dan juga pada fase lanjut yang lebih dikenal sebagai bimodial patterna diawal tahun dari terjadinya karena aktivitas penyakit dan juga infeksi yang sedangkan pada stadium lanjut bisa diakibatkan karena kardiovaskular.

Menurut berbagai laporan bahwa target organ paru, ginjal serta bagian sistem saraf pusat yang merupakan salah satu prediktor mortaliras seangkan etnis sebagai salah satu prediktor dari survival. Etnis Asian memiliki harapan hidup yang lebih buruk dibandingkan dengan kulit putih. Selain itu, jenis kelamin umur dan juga tingkatan ekonomi dilaporkan juga sebagai salah satu bentuk prediktor mortalitas, umur yang semain tua maka mortalitasnya juga akan semakin tinggi. Seperti yang sudah dilaporkan bahwa penyebab terjadinya kematian pada fase awal yang terbanyak disebabkan oleh penyakit lupus aktif, penyakit lupus nefritis, sistemik vaskulitis, CNS lupus infeksi dan juga trombosis.

Komplikasi Penyakit Lupus

Selain itu, penyakit lupus juga bisa menimbulkan beberapa komplikasi dibagian tubuh misalnya adalah :

  1. Bagian ginjal akan mengalami terjadinya kerusakan ginjal yang lebih serius yang merupakan salah satu bentuk penyebab yang paling utama dari terjadinya kematian pada penderita penyakit lupus.
  2. Sistem saraf pusat, biasanya penyakit lupus bisa menyebabkan terjadinya sakit kepala, pusing, kehilangan memori, mengalami kejang dan juga perubahan perilaku.
  3. Darah dan pembuluh darah, biasanya penyakit lupus juga akan menyebabkan terjadinya peningkatan resiko penyakit anemia, pendarahan, serta pembekuan darah dan peradangan pada pembuluh darah.
  4. Paru-paru, penyakit pneumonia akan menular dan selain itu mengalami sesak nafas karena terjadinya peradangan pada rongga dada yang lebih cenderung pada penyakit lupus.
  5. Hati, untuk kompikasi penyakit lupus pada hati bisa membuat otot jantung dan juga peradangan arteri menjadi lebih besar pada penyakit ini, dan juga penyakit lupus bisa meningkatkan terjadinya suatu kemungkinan penyakit jantung dan juga serangan jantung yang terjadi.

Penyebab Penyakt Lupus

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , , | Comments Off

Penyebab Penyakit Lupus Eritematosus

Penyebab Penyakit Lupus EritematosusPenyakit lupus eritematosus sistemik (LES) adalah salah satu penyakit kronik yang ditandai oleh terbentuknya antibody-antibodi terhadap beberapa antigen diri yang berkelainan. Antibodi-antibodi tersebut biasanya adalah lgG atau lgM dan dapat bekerja terhadap asam nukleat pada DNA atau RNA , protein jenjang koagulasi, kulit, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Kompleks antigen antibody dapat mengendap di jaringan kapiler sehingga terjadi reaksi hipersensitivitas tipe III, kemudian terjadi peradangan kronik.  Penyebab penyakit  lupus eritematosus tidak diketahui, walaupun penyakit ini sering terjadi pada orang-orang dengan kecenderungan mengidap penyakit oto imun.

Penyebab Penyakit Lupus Eritematosus

Penyebab Penyakit Lupus Eritematosus

Penyakit Lupus

Penyebab penyakit lupus eritematosus  belum diketahui secara pasti, agaknya disebabkan kombinasi berbagai faktor seperti genetic hormone, infeksi, dan lingkungan. Terjadi penyimpangan  pada system kekebalan yang pada mulanya system kekebalan tidak bisa membedakan teman dan musuh, kemudian “teman-teman” sendiri (sel-sel tubuh/organ sendiri) dianggap sebagai musuh, sehingga dibuat zat anti terhadap sel-sel tersebut kemudian zat  anti ini menyerang sel-sel tubuh/organ sendiri tersebut.

Akibat dari penyebab penyakit  lupus eritematosus pada serangan ini menimbulkan kerusakan-kerusakan pada organ tersebut.  Organ yang diserang praktis hampir semua organ, misalnya ginjal, sendi, kulit, system darah, saraf/otak, organ saluran pencernaan, paru, jantung, bahkan bisa sampai kelainan jiwa (psikosis).  Ginjal yang terserang penyakit luus disebut nephritis.  Sakit ginjal ini dapat berjenis ringan sampai dengan berat. Untuk mengetahui jenis penyakit lupus ginjal ini, maka memang perlu dilakukan biopsy ginjal. Terdapat 6 jenis/kelas penyakit lupus ginjal ini dari segi pemeriksaan biopsy ginjal. Kelas IV biasanya merupakan  penyakit lupus ginjal yang paling berat dan agresif. Karena itu penyakit lupus ginjal kelas IV dan juga kelas III, akan selalu diobati lebih intensif agar dicapai keberhasilan pengobatan yang lebih baik.

Penyebab Penyakit Lupus

Faktor penyebab penyakit lupus eritematosus adalah faktor keturunan, akibat pengaruh lingkungann atau keadaan abnormal hormone seksual. Bukti faktor keturunannya adalah kejadiannya lebih besar pada monozigot dibandingan dizigot. Sekitar 10% dapat terjadi pada lingkungan keluarga. Manifestasi klinis lupus eritematosus bervariasi, penyebabnya kurang jelas, dan gambaran klinisnya tidak khas. Penyakit ini dapat mulai dengan satu organ dan selanjutnya muncul juga gambaran klinis organ lain sejalan dengan berkembangnya penyakit. Manifestasi klinis yang berat adalah gangguan fungus organ yang multiple. Secara umum, manifestasi klinisnya adalah badan panas, disertai lelah, pembengkakan persendian, ruam kulit, sensitive terhadap sinar, anemia, dan penurunan fungsi kesadaran.  Untuk dapat menegakkan diagnosis lupus eritematosus, harus dijumpai minimal empat atau lebih manifestasi klinis.

Perlu diperhatikan bahwa lupus eritematosus dan kehamlan dapat bersifat  fatal bagi kduanya sehingga diperluka penanganan yang serius. Kehamilan ini akan menjadi lebih baik apabila :

  1. Kejadian lupus  telah lebih dari 6 bulan
  2. Tidak dijumpai gangguan ginjal
  3. Tidak terdapat superimpose preeclampsia/eklampsia
  4. Tidak dijumpai antibody antifosfolipid.

Resiko Penyakit Lupus

Mungkin yang menjadi pertanyaan, siapa saja orang yang beresiko mengalami penyakit lupus? Menurut Lupus Foundation of America atau LFA, sekitar 1,5 juta hingga 2 juta orang Amerika mempunyai beberapa bentuk dari gejala lupus. Tingkat dari kejadian adalah sekitar 40 kasus dalam 100.000 orang di antara Eropa Utara dan juga 200 dari 100.000 orang antara kulit hitam. Walaupun penyebab penyakit lupus ini bisa terjadi baik pada pria ataupun pada wanita, namun resiko 9 kali lebih besar dimiliki wanita dibandingkan pria untuk terkena penyakit lupus. Biasanya mereka yang berusia antara 15-45 tahun. Dan perempuan ras Afrika-Amerika yang menderita penyakit ini akan menjadi semakin parah dengan tingkat kematian yang tinggi. Faktor yang bisa menaikkan penyebab penyakit lupus antara lainnya adalah paparan sinar matahari, obat resep tertentu, infeksi akibat virus Epstein-Barr dan juga akibat paparan bahan kimia jenis tertentu.

Meskipun dokter hingga saat ini masih tidak tahu persis apa penyebab penyakit lupus dan jenis penyakit autoimun yang lain, namun sebagian besar mempercayai bahwa penyebab penyakit lupus adalah karena hasil dari kedua rangsangan genetik dan akibat faktor lingkungan. Karena penyakit lupus diketahui terjadi dalam keluarga, maka dokter mempercayai bahwa suatu kemungkinan untuk mewarisi atau menurunkan kecenderungan genetik pada penyakit lupus. Tidak adanya gen yang dikenal dengan langsung akan meyebabkan terjadinya penyakit lupus. Kemungkinan yang besar bahwa mempunyai suatu kecenderungan untuk bisa menurunkan penyakt lupus terjadi akibat dari adanya kontak dengan beberap pemicu yang berasal dari lingkungan.

Kemudian kasus dengan jumlah yang lebih tinggi yang terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki kemungkinan ini menunjukkan bahwa penyakit lupus bisa saja disebabkan oleh jenis hormon tertentu. Dokter mempercayai bahwa hormon seperti hormon estrigen yang bisa mengatur perkembangan penyakit akibat dari suatu gejala kecenderungan yang nampak sebelum periode menstruasi beerlangsung atau dalam masa kehamilan.

Faktor penyebab penyakit lupus adalah :

  1. Stres yang terjadi dengan sangat besar
  2. Paparan yang terjadi pada sinar ultraviolet dan biasanya juga berasal dari sinar matahari
  3. Akibat merokok
  4. Pada beberapa jenis obat-obatan dan jenis antibiotik, khususnya adalah untuk mereka yang ada di dalam golongan sulfa dan juga golongan penisilin. ]beberapa hal yang terjadi akibat infeksi seperti hepatitis c, virus epstein barr, dan lainnya.

Penyebab Penyakit Lupus Eritematosus

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Apa Penyebab Lupus

Apa Penyebab Lupus – Karena pemahaman terhadap penyakit lupus masih samar-samar, ada yang menyangka bahwa lupus adalah penyakit keturunan, menular dan penyakit aneh. Lupus bukan penyakit infeksi, dan karenanya lupus tidak menular.

Penyebab Penyakit Lupus

Pada tubuh penderita lupus terhadap unsur genetika yang menentukan kepekaan untuk timbulnya penyakit jika yang bersangtkutan terpapar, faktor pencetus yang bersifat fisik, seperti virus tertentu, teriknya sinar matahari,cat ramb8ut, asap rokok, zat warna (rhodamin), pengawet makanan, obat-obatan (anti TBC, sulfa, pil, suntikan KB, antihipertensi, antiayan), atau setelah melakukan aktivitas fisik yang menimbulkan kelelahan. Apa Penyebab Lupus? Pencetus penyebab penyakit lupus  dapat pula berasal dari faktor non fisik berupa stres emosional yang berat seperti kecemasan, rasa sedih, dan marah. Apa Penyebab Lupus? Kemungkinan Faktor pencetus penyebab penyakit lupus itulah yang akan mengaktifkan gen dimaksud sehingga diproduksi zat anti yang melawan jaringan tubuhnya sendiri.

Apa Penyebab Lupus

Apa Penyebab Lupus

Pengobatan Penyakit Lupus

Pengobatan penyakit lupus sampai saat ini masih mengandalkan steroid (prednisolon) dan bebeapa obat lain (imunosupresan) yang tadinya hanya digunakan untuk mengatasi reaksi yang dialami pasien cangkok organ.

Jika digunakan secara tepat, kombinasi obat-obatan tersebut dapat mengatasi kondisi kritis. Penderita lupus kemungkinan bisa hidup normal biloa mereka berobat atau melakukan kontrol secara teratur. Jangan jadi dokter sendiri, lakukan terapi sesuai anjuran dan carilah sumber-sumber yang tepat. Penyebab pasti dari penyakit lupus sampai sekarang belum diketahui, namun penyakit tersebut lebih banyak menyerang kaum wanita, berusia antara 20-40 tahun. Dari kasus kematian karena penyakit lupus, penyebab tidak tertolongnya jiwa mereka dikarenakan penyakit tersebut terlambat diketahui. Walaupun tidak seganas kanker, angka kematiannya sebanding dengan penyakit jantung koroner. Dampak penyakit lupus terhadap kualitas hidup sangat besar, apalagi karena sebagian besar penderitanya adalah wanita usia produktif.

Hingga saat ini penyebab penyakit lupus masih menjadi misteri di kalangan medis. Kecuali untuk jenis penyakit lupus yang disebabkan oleh rekasi obat, penyebab penyakit lupus yang pasti hingga saat ini masih belum diketahui secara jelas. Dan perdebatan masih saja terjadi untuk mengetahui penyebab penyakit lupus. Sekitar 90% penderita penyakit lupus adalah wanita yang bisa diindikasikan bahwa kemungkinan penyakit ini berhubungan dengan adanya suatu hormon pada wanita. Menstruasi, menopause wanita dan masa melahirkan bisa saja menjadi pemicu dari munculnya penyakit lupus. Dan sekitar 80% penderita penyakit lupus kemudian mengembangkan penyakit ini pada usia 15 tahun-45 tahun.

Diagnosis Penyakit Lupus

Diagnosis yang dilakukan pada penyak lupus ini adalah manifestasi lupus yang terjadi yang bisa meniru penyakit autoimun yang lain misalnya adalah multiple sclerosis, dan juga penyakit rematik sehingga menjadi semakin sulit dalam menegakkan diagnosis. Saar ini tidak ada suatu tes tunggal yang bis amembantu memastikan apakah seseorang menderita penyakit lupus. Diagnosis ini bisa ditegakkan lewat pemeriksaan komprehensif yang bisa mempertimbangkan semua gejala dari penyakit lupus dan riawayat penyakit yang terjdi.

Perawatan dari penyakit lupus sendiri bertujuan untuk membantu mengurangi terjadinya suatu peradangan dan membantu menekan sistem kekebalan tubuh yang aktif dengan berlebihan. Obat-obatan yang paling banyak digunakan adalah obat penyakit lupus jenis NSAID atau obat anti inflamasi non-steroud, obat antimalaria dan steroid. Obat penyakit lupus ini kemudian diberikan dengan sendiri-sendiri atau tunggal atau dalam kombinasi. Dalam kasus yang lebih parah, obat penekan dari imun misalnya seperti ctoxan, azathioprine dan methotrexate kemungkinan bisa juga diberikan.

Tips sederhana yang bisa dilakukan untuk menghindari sinar matahari yang bisa membuat gejala penyakit lupus menjadi semakin parah adalah :

  1. Hindarilah sinar matahari di siang hari. Intensitas dari cahaya UV di waktu siang hari biasanya mencapai titik puncak. Beberapa ahli menyarankan untuk menghindari sinar matahari yang terjadi pada pukul 10 pagi sampai 4 sore, jika memang masih memungkinkan.
  2. Menggunakan pakaian panjang yang benar. Jika memang Anda diharuskan keluar di tengah hari musim panas, maka sebaiknya jangan keluar menggunakan tanktop atau menggunakan celana pendek, sebaiknya pakailah topi dengan ukuran tepi yang lebar, pakaian yang longgar dan berlengan panjang serta celana yang panjang.
  3. Kemudian mematikan sumber-sumber dari sinar UV yang lain. Dan termasuk salah satunya adalah lampu neon, lampu halogen serta lainnya.
  4. Menggunakan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Jika Anda mengambil obat untuk membantu memperbaiki kulit Anda, pastikan bahwa Anda melakukan sesuai dengan petunjuk dokter.
  5. Mengetahui apa yang Anda ambil. Sebagai penjelasan diatas, beberapa jenis obat biasanya akan membuat kondisi kulit Anda, termasuk salah satunya adalah obat yang digunakan dalam membantu mengobati penyakit lupus, misalnya adalah seperti obat anti-inflamasi jadi sebaiknya pilihlah jenis obat yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.
  6. Sebaiknya berhati-hatilah dalam memiluh jenis produk make up. Dan sebaiknya memilih jenis prodyk make up yang berasal dari merek-merek terbaik yang mengandung pelindung UV serta hypoallergenic.
  7. Menggunakan sunscreen. Jika setelah menghindari paparan sinar matahari dan menggunakan pakaian dengan benar, mengaplikasikan tabir surya adalah salah satu bentuk pertahanan yang lain. Tabir surya bisa membantu menyerap dan juga menghamburkan cahaya UV. Semua tergantung dari bahan kimia apa yang ada di dalam ramuan Anda. Menggunakan jumlahnya dengan benar.

Apa Penyebab Lupus

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Lupus

Gejala Penyakit Lupus – Berdasarkan kriteria yang disusun oleh para pakar reumatologi Amerika, kriteria spesifik untuk penyakit lupus memiliki tanda dan Gejala Penyakit Lupus berupa nyeri atau radang sendi, nyeri otot, demam yang hilang timbul tanpa sebab yang jelas, bercak merah pada wajah. Selain itu rambut rontok, nyeri ujung jari tangan dan kaki, sensitif terhadap sinar matahari, sariawan, radang ginjal, gangguan sistem darah, radang selaput paru dan jantung, radang saraf gangguan otak dan adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Gejala Penyakit Lupus

Gejala Penyakit Lupus

Pengobatan Gejala Lupus

Untuk pengobatannya sangat bervariasi antara satu penderita dengan penderita lainnya, tergantung dari keluhan penderita, berat ringannya penyakit, dan ada tidaknya komplikasi dan lainnya. Penyandang lupus hendaknya melakukan diet dengan tinggi asupan serat dan protein yang mudah dicerna memperbanyak sayuran mentah atau dikukus dan mengurangi santapan daging.

Menurut Prof. Dr. Zubairi Djoerban dari Divisi Hematologi Onkologi Medik departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSUPN Cipto Mangunkusumo, di Indonesia diperkirakan ada sekitar 1,5 juta penderita lupus. Namun kepedulian masyarakat awam terhadap penyakit autoimun ini masih kurang. Dokter Rachmat Gunadi Wachjudi SpPD-KR. rematolog dari RSHS Bandung mengatakan bhawa sampai april 2006 tercatat 380pasien lupus yang berobat di RSHS Bandung . Jumlah penyandang lupus yang sudah terdata di Jawa Barat mencapai 700 orang, dengan 10 kasus yang baru datang setiap bulan ke RS. Hasan Sadikin dalam kondisi bervariasi, mulai dari kelainan di bagian kulit hingga tiba dalam keadaan koma. Sebagian besar pasien yang datang adalah wanita dengan rentang usia antara 17-35 tahun dan hanya 19 orang pria.

 Jenis Penyakit Lupus

Penyakit lupus terbagi menjadi beberapa jenis, yakni adalah ;

  1. Penyakit lupus Diskoid atau kulit
    Biasanya gejala penyakit lupus yang satu ini ditandai dengan versi penyakit yang terbatas pada kulit saja, misalnya adalah munculnya ruam disekitar wajah, leher dan kulit kepala namun hal ini tidak mempengaruhi pada organ di sekitar internal.
  2. Penyakit lupus sistemik
    Pada sekitar 10% penderita penyakit lupus diskoid, penyebab penyakit lupus mengalami evolusi dan kemudian berkembang biak menjadi penyakit lupus sistemik yang bisa mempengaruhi organ internal di dalam tubuh misalnya adalah seperti sendi, paru-paru, ginjal, darah, serta jantung. Penyakit lupus ini juga biasanya ditandai dengan gejala penyakit lupus seperti periode suar disaat penyaki lupus sedang aktif dan periode remisi disaat penyakit lupus sedang tidak aktif. Tidak ada cara yang bisa membantu memperkirakan berapa lama suar ini aakn berlangsung. Dan setelah suar awal, pada beberapa pasien biasanya akan sembuh dan tidak mengalami gejala suar yang lain. Namun untuk beberapa penderita penyakit lupus suar akan datang dan pergi selama bertahun-tahun.
  3. Penyakit lupus akibat obat
    Penyebab penyakit lupus yang disebabkan oleh obat adalah suatu bentuk reaksi pada obat resep tertentu dan selain itu bisa menyebabkan gejala muncul yang lebih mirip kepada penyakit lupus sistemik. Obat yang biasanya menimbulkan reaksi lipus terjadi adalah obat untuk penyakit hipertensi jenis hydralazine dan obat aritmia jantung procainamide, atau obat tbc isoniazin, dan obat jerawat Minocycline dan sekitar 400 jenis obat yang lainnya. Gejala penyakit lupus kemudian akan mereda jika pasien menghentikan minum obat-obatan tersebut.
  4. Lupus neonatal
    Penyebab penyakit lupus ini disebabkan karena bayi yang belum lahir dan bayi yang baru lahir yang mempunyai ruam kulit serta mengalami komplikasi yang lain di dalam hati dan pada darahnya karena terjadinya serangan antibodi dari si ibu. Ruam yang muncul biasanya akan memudar dalam waktu selama 6 bilan pertama dari kehidupan si anak.

Penderita penyakit lupus kemungkinan akan melihat adanya ruam yang akan semakin berkembang pada kulit mereka. Ruam-ruam ini kemungkinan muncul dengan tidak normal yang biasanya sering disebut dengan penyakit kulit. Penyakit kulit kronis ditandai dengan kulit bersisik pada batas yang berbeda terjadi pada daerah yang terkena serangan sinar matahari namun kurang dibagian wajah. Dan selain itu juga kulit akut pada daerah datar merah misalnya seperti terbakar sinar matahari dibagian wajah merupakan salah satu bentuk penyakit kulit yang dialami penderita penyakit lupus.

Penyakit lupus biasanya akan membuat penderitanya menjadi fotosensitifitas. Mereka akan menjadi lebih sensitif pada sinar matahari. Alasan mengapa pasien menjadi rentan dan sensitif pada sinar matahari hingga saat ini masih belum bisa dipahami dengan pasti. Namun diduga, bagaimanapun juga, bahwa sinar Uv adalah sinar yang bisa membuat sel-sel kulit mengalami kerusakan untuk bisa mengekspresikan protein jenis tertentu pada permukaan mereka, dan menarik antibodi. Antibodi yang ada pada gilirannya kemudian akan menarik sel darah putih yang kemudian menyerang sel-sel kulit yang bisa menyebabkan terjadinya peradangan. Apoptosis atau juga akibat sel mati, dan biasanya hal ini terjadi pada saat ini, namun kemudian akan diperkuat pada pasien penyakit lupus yang akan membuat peradangan menjadi semakin terjadi.

Sensitivitas yang terjadi biasanya akan menimbulkan ruam dan juga menimbulkan kondisi kulit yang lain seperti sedang terbakar oleh sinar matahari. Pada penderita penyakit lupus sistemik, fotosenstifitas ini biasanya juga akan memicu terjadinya flare, termasuk salah satunya adalah gejala nyeri sendi dan mengalami kelelahan. Jika dibiarkan hal ini akan berubah menjadi penyakit kanker kulit.

Gejala Penyakit Lupus

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Leave a comment

Pengobatan Penyakit Lupus

Pengobatan penyakit lupus memang masih sangat mahal, apalagi ia sudah menyerang otak, ginjal dan darah. Harga suntikan kartikosteroid bisa mencapai 38 juta rupiah untuk sekali masuk. Ini belum termasuk obat-obatan rutin yang harganya Rp. 25.000 per butir, dan harus di konsumsi hingga empat kali dalam satu hari . Sekretaris Program Pascasarjana Farmasi ITB, dr. I Ketut Adnyana, tengah meneliti tanaman mahkota dewa untuk digunakan sebagai obat antiradang (inflamasi) bagi penyandang penyakit lupus. Namun obat itu masih perlu uji klinis. Di Indonesia terdapat dua support Group yakni Care forLupus Yayasan Syamsi Dhuha dibawah pimpinan Dra. Dian Syarief dan Yayasan Lupus Indonesia dibawah pimpinan Tiara Savitri.

Pengobatan Penyakit Lupus

Pengobatan Penyakit Lupus

Penyakit Lupus

Dukungan yang diupayakan oleh kedua yayasan tersebut sejalan dengan apa yang telah diselenggarakan oleh yayasan serupa di negara lain yakni pennyediaan informasi, penyelenggaraan edukasi, kelompok, advokasi, dan bantuan finansial untuk kelompok tak mampu. Support group tersebut secara bahu membahu dengan para dokter pemerhati lupus terus berusaha meningkatkan kualitas hidup para penderita lupus.

Beberapa gejala penyakit lupus yang bisa terjadi adalah :

  1. Nyeri sendi, arthritis, dan bengkak pada sendi yang paling utama dan sering terjadi dibagian pergelangan tangan, bagian sendi kecil tangan, siku, lutut, dan juga pada pergelangan kaki.
  2. Pembengkakan yang terjadi pada tangan serta kaki akibat dari sakit ginjal
  3. Demam lebih dari 38 derajat celcius.
  4. Kelelahan yang terjadi secara berkepanjangan atau terjadi dengan ekstrim.
  5. Lesi kulit yang mengalami ruam dan paling sering terjadi dibagian lengan, tangan, wajah, leher serta bagian punggung.
  6. Bentuk kupu-kupu yang meruam dibagian pipi serta hidung
  7. Mengalami penyakit anemia atau mengalami kekurangan oksigen yang bisa membawa sel darah merah
  8. Nyeri pada dada atau mengalami sesak nafas
  9. Sensitiv pada cayaha matahari
  10. Rambut yang mengalami kerontokan atau mengalami kebotakan
  11. Masalah pada pembekuan darah yang terjadi secara tidak normal
  12. Fenomena Raynaud jari menjadi berwarna putih dan juga berwarna biru atau kemerahan dalam keadaan dingin.
  13. Mengalami kekejangan
  14. Mulut atau juga hidung yang mengalami bisul
  15. Kelebihan berat badan
  16. Mata kering
  17. Mudah mengalami memar
  18. Mengalami kecemasan, depresi, sakit kepala dan hilangnya memori.

Penyebab Penyakit Lupus

Penyebab penyakit lupus adalah akibat dari kelainan yang terjadi pada sistem daya tahan tubuh atau sistem imun. Sistem imun yang normal biasanya melindungi dirinya dari serangan penyakit yang disebabkan oleh kuman atau juga akibat virus dari luar tubuh. namun pada kasus penyakt lupus, sistem daya tahan tubuh akan menyerang balik tubuh sendiri seperti bumerang, oleh sebab itulah disebut dengan penyakit autoimun. Penyakit lupus bisa juga diduga berhubungan dengan daya tahan tubuh yang terjadi dengan berlebihan. Untuk penderita penyakit lupus, tubuh dengan sistem daya tahan tubuh yang menyerang penyakit serta menjaga keadaan tubuh tetap sehat yang bisa menyerang organ tubuh yang sedang sehat.

Penyakit lupus merupakan salah satu penyakit sistemik pada autoimun dengan gambaran klinis yang sangat bervariasi. Penyebab penyakit lupus sendiri jika menyerang ke bagian organ tubuh tertentu, maka biasanya akan menimbulkan gejala yang mirip dengan penyakit lainnya. Hingga saat ini memang belum pasti penyebab penyakit lupus, namun penyebab penyakit lupus bisa dipastikan akibat dari kombinasi gabungan faktor genetik dan juga akibat faktor lingkungan.

Pengobatan Penyakit Lupus

Pengobatan penyakit lupus biasanya dilakukan dengan jenis pilihan terapi yang didasarkan pada jenis serta tingkat keparahan gejala penyakit lupus. Tujuannya adalah untuk membantu mengendalikan gejala akut dan membantu memelihara agar tanda klinis yang muncul bisa ditekan dalam batas yang normal. Pilihan dari terapi pengobatan penyakit lupus ini biasanya tergantung dari :

  1. Apakah penyakit yang mengancam nyawa atau bisa berpotensi menjadi kerusakan pada organ
  2. Apakah manifestasi klinis yang muncul sifatnya adalah reversibel
  3. Pilihan yang paling baik dalam membantu mencegah terjadinya kompikasi dan juga penyakit serta pengobatan penyakit lupus.

Pengobatan penyakit lupus yang bisa dilakukan adalah menggunakan obat penyakit lupus seperti :

  1. NSAIDs atau obat ninsteroidal intiinflamantory drugs, contohnya adalah ibuprofen 400-800 mg, yang biasanya diberikan 3-4 kali dalam sehari. Komplikasi yang terjadi adalah ginjal, saluran cerna, dan juga kardiovaskular yang harus dipertimbangkan dengan baik.
  2. Antimalaria
    Obat jenis ini bisa membantu untuk memperbaiki manifestasi klinis konstitunisonal dan juga kutaneous.

Dalam melakukan pengobatan penyakit lupus, maka perawatan penderita penyakit lupus biasanya membutuhkan pendekatan yang komoprehensif. Dalam menentukan suatu aktivitas penyakit maka sangat penting karena dalam memberikan dosis obat atau juga jenis obat yang akan diberikan. Dan selama perawatan klinis berlangsung maka bisa menetapkan kondisi pasien menjadi semakin membaik, menetap atau bahkan malah semakin memburuk, jika kondisi malah menetap dan memburuk maka harus segera mengambil sikap. Jika keputusan klinis ini secara lambat maka akan terjadi bentuk kerusakan pada organ yang terjadi lebih luas dan lebih permanent serta kemungkinan lainnya yang bisa menimbulkan terjadinya kematian. Untuk itulah perlu penatalaksanaan atau pengobatan penyakit lupus yang tepat dan benar. Serta dasar untuk bisa melakukan tata laksana yang baik dan benar juga membutuhkan suatu pemahaman mengenai perjalanan dari penyakit saat sedang pemilihan obat.

Pengobatan Penyakit Lupus

 

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Lupus

Penyakit Lupus – Barangkali kita pernah mendengar istilah lupus, tapi kita sendiri tidak tahu persis penyakit lupus itu seperti apa. Mungkin karena kita beranggapan bahwa kita merasa sehat dan tidak perlu tahu mengenai hal itu. Padahal setiap tanggal 10 Mei diperingati sebagai Hari Lupus Sedunia. Saat ini diperkirakan terdapat 5 juta penderita lupus diseluruh dunia, dan tidak kurang dari 200.000 penderita lupus (Lupus Eritamatosus sismetik)berada di Indonesia. Lupus adalah penyakit autoimun, sejenis alergi terhadap diri sendiri.

Penyakit Lupus

Penyakit Lupus

Penyakit Lupus

Penyebab penyakit lupus ini terjadi akibat ketidakharmonisan tatanan kehidupan di sel jaringan yang mengakibatkan perubahan tabiat sel darah putih (limfosit). Penyakit lupus tidak memandang ras ataupun status sosial seseorang . Contohnya lupus telah banyak menyerang wanita produktif. Meski kulit wajah penderita penyakit lupus dan sebagian tubuh lainnya muncul bercak-bercak merah, penyakit ini tidak menular.
Terkadang kita meremehkan rasa nyeri pada persendian, seluruh organ tubuh terasa sakit atau terasa kelainan pada kulit, atau tubuh merasa kelekahan berkepanjangan serta sensitif terhadap sinar Matahari. Semua itu merupakan sebagian dari gejala penyakit lupus.

Lupus atau systemic lupus erythematosus adalah penyakit kronis autoimun yang terjadi karena produksi antibodi (zat kekebalan tubuh) berlebihan. Penyakit lupus dapat berakibat fatal jika tidak terdiagnosis dan ditangan sejak dini. Banyak gejala yang ditimbulkan oleh penyakit lupus yang menyerupai penyakit lain. karenanya penyakit ini sering disebut sebagai “peniru ulung”.

Penyakit lupus sering menyerang wanita dalam usia produktif. Gejala umumnya adalah demam, rasa lelah berkepanjangan, rambut rontok dan pegal-pegal otot atau nyeri sendi. Ruam-ruam kulit yang memerah pada wajah yang menyerupai bentuk kupu-kupu, lemas dan kerontokan rambut merupakan ciri yang paling sering terjadi pada penderita lupus. Penyakit lupus sendiri dibagi menjadi 3 jenis yakni LSE (Lupus erythematosus Systemic), lupus discoid dan lupus obat (terjadi karena efek samping obat).
Tidak semua penyakit itu menular, termasuk penyebab penyakit lupus tidak menular dan tidak dapat dikatakan sebagai penyakit keturunan. Hingga kini, tingkat prevalensi penderita lupus akibat faktor penyebab penyakit lupus genetika hanya mencapai 10 %. Faktor yang diduga sangat berperan memicu munculnya penyebab penyakit lupus adalah lingkugan, seperti paparan sinar matahari, stress, beberapa jenis obat dan virus.

Cara Mengatasi Penyakit Lupus

Cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk pengendalian penyakit lupus secara non farmakologis :

  1. Istirahat yang cukup
    Membutuhkan waktu dalam mengatasi masalah kelelahan ini. Hal ini dilakukan dengan cara membatasi aktivitas yang dilakukan dengan berlebihan dan dengan mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
  2. Hindarilah kontak sinar matahari dan perubahan cuaca ekstrim
    Sinar matahari harus segera dihindari karena sinar UV akan membuat membran lisosom menjadi rusak dari DNA sel kulit yang kemudian akan memicu terjadinya eksaserbase, dan bsia diatasi dengan menggunakan sun screener SPF 30, menghindari terpapar sinar matahari di pukul 10.00 – 3 sore.
  3. Menghindari stress, terjadinya kerusakan pada jaringan baik akibat dari trauma atau juga akibat dari operasi, infeksi dan juga pemakaian jenis obat-obatan tertentu misalnya adalah antikonvulsi dan sulfanamid.
  4. Kontrasepsi oral
    Sebaiknya pemberian ini harus pada dosis yang minim khususnya adalah kontrasepsi dengan kandungan estrogen di dalamnya.
  5. Diet
    Melakukan diet dengan cara membatasi asupan makanan yang mengandung lemak, agar kadar lipid darah menjadi normal
  6. Hindari rokok
    Mengurangi oksigenasi

Sedangkan pengobatan penyakit lupus secara farmakologis dengan menggunakan beberapa jenis obat dibawah ini :

  1. Obat penyakit lupus ains yang digunakan untuk membantu mengatasi kelainan mukoloskeletal dalam bentuk atralgia, athritis atau nyeri sendi dan mialgia serta terjadinya kelainan sistemik misalnya adalah seperti demam dan serositis.
  2. Obat anti malaria
    Obat ini membantu mengatasi terjadinya kelainan kulit dan juga arthritis hidrokloroukin dengan dosis 2-3  x 100 mg/hari yang akan semakin membaik dalam waktu beberapa minggu namun ada efek samping yang muncul dan paling utama adalah dibagian mata infiltrasi kornea atau reversibel dan juga bagian retinopaty berifat atau ireversibel yang disertai dengan terjadinya kebitaan sehingga sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pada mata setiap 3 bulan sekali.
  3. Kortikosteroid
    Obat jenis ini memberikan khasiat sebagai anti inflamasi yang sangat kuat dan juga mampu mencegah terjadinya peradangan namun mempunyai efek samping misalnya seperti dosis tinggi akan menyebabkan cushing sindrome, atau peningkatan pada berat badan, dan selain itu juga penyembuhan pada luka yang mengalami ganguan, penyakit osteoporosis, resiko terjadinya infeksi yang semakin meningkat dan katarak mata. Selain itu juga efek samping lainnya adalah ekserbasi oleh terapi misalnya adalah seperti penyakit hipertensi, intoleransi glukosa, terkadang juga menimbulkan perlemakan pada hati nekrosis. Atau keadaan dimana membutuhkan akan menimbulkan gejala susunan saraf pusat, perikarditis, miokarditis anemia hemobiolitik.

Hal-hal yang bisa dilakukan selain dengan minum obat penyakit lupus adalah dengan menghindari penyebab penyakit lupus kambuh. Cara yang bisa dilakukan adalah :

  1. Menghindari stres dan mengelola stres dengan baik
  2. Menjaga kesehatan kulit agar tidak terkena langsung oleh paparan sinar matahari
  3. Mengurangi beban kerja dengan berlebihan
  4. Menghindari penggunaan jenis obat tertentu.

Itulah informasi mengenai penyakit lupus dan penyebab penyakit lupus. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Penyakit Lupus

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Leave a comment

Komplikasi Penyakit Lupus

Komplikasi Penyakit Lupus – Penyakit lupus memiliki jumlah dan jenis antibodi lebih banyak dibandingkan dengan penyakit lainnya. Oleh karenanya penyakit lupus ini tergantung dari berat tidaknya gejala yang berkembang dari setiap penderita lupus. Gejala setiap penderita lupus berlainan yang satu dengan lainnya, mulai dari penyakit ringan sampai penyakit yang berat.

Komplikasi Penyakit Lupus

Komplikasi Penyakit Lupus

Penyakit Lupus

Dalam keadaan yang normal, sistem kekebalan tubuh berfungsi sebagai media tubuh untuk mempertahankan diri dan menghalau berbagai ancaman ienfksi dan virus agar tidak dengan mudah masuk dalam tubuh. Namun kenyataan tersebut lain, jika seseorang menderita penyakit lupus.

Pada penyakit lupus dan penyakit autoimun lainnya, sistem kekebalan tubuh justru menyerang balik melawan tubuh yang sehat. Dimana antibodi tersebut dihaasilkan untuk menyerang sel tubuhnya sendiri. Sistem kekebalan tubuh yang bersifat berlebihan akan mulai menyerang sel darah. Organ dan jaringan tubuh, sehingga terjadi penyakit menahun.

Beberapa faktor penyebab penyakit lupus itu timbul tidak banyak diketahui, mungkin beberapa para medis memperkirakan penyebab penyakit lupus itu timbul dengan mengenali beberapa ciri yang timbul, seperti pipi memerah dan membentuk sekelompok bintil merah di bagian wajah terutama sekitar hidung seperti bentuk sayap kupu-kupu. Namun beberapa faktor penyebab lupus diungkapkan disebabkan oleh faktor lingkungan yang kurang bersih, hidup dan bertempat tinggal dengan keadaan padat penduduk, serta gen orang tua dsb.

Penyebab Penyakit Lupus

Dari sekian banyaknya kasus, diketahui beberapa penyebab penyakit lupus ini, adalah :

  • Infeksi
  • Antibiotik (terutama golongan sulfa dan penisilin)
  • Paparan langsung sinar matahari
  • Pikiran stress yang berlebihan
  • Efek samping penggunaan obat tertentu
  • Fungsi ketidak optimalan dari hormon-hormon tubuh

Ada beberapa yang menyebutkan, bahwa penyebab penyakit lupus dibawa oleh salah satu gen orang tua yang mungkin pernah mengidap dan menderita lupus. Namun, angka kejadian penyebab penyakit lupus yang disebabkan oleh gen orang tua hanya mencapai sekitar 10 %. Apabila penyakit lupus menyerang pada usia anak-anak terjadi hanya sekitar 5 %.

Penyebab penyakit lupus lebih mudah menyerang dan hinggap pada kaum wanita, sampai dengan risiko 10-15 kali lebih sering menyerang wanita. Hal ini disebabkan oleh faktor hormonal yang dimiliki wanita terutama estrogen akan mengalami suatu perubahan baik ketika seorang wanita itu hamil ataupun sebelum menstruasi. Kemungkinan pelepasan hormon tersebut lah yang berperan dalam timbulnya penyakit ini.

Proses Penyakit Lupus

Awalnya penyakit lupus hanya menyerang satu organ tubuh, karena penyakit lupus memiliki sistem autoimun atau kekebalan tubuh yang berlebih kemudian berkembang dan berbalik menyerang diri sendiri. Lambat laun autoimun pada penderita lupus akan berkembang dan menyerang bagian organ tubuh lainnya, seperti Komplikasi Penyakit Lupus :

1. Otot dan kerangka tubuh

Sebagian besar penderita lupus akan mengalami nyeri persendian dan kebanyakan diantara penderita lupus hingga mengalami arthritis. Umumnya bagian persendian yang diserang adalah persendian pada jari tangan, tangan, pergelangan tangan, dan lutut.

2. Kulit

Kulit merupakan bagian utama yang diserang oleh penyakit lupus karena memiliki banyak kelenjar dan jaringan kulit yang mudah tersebar melalui aliran darah. Hampir 50 % penderita lupus akan menderita seperti wajah memerah pada bagian tulang pipi hingga hidung dengan membentuk ruam merah seperti sayap kupu-kupu. Ruam dan kulit yang memerah pada bagian wajah akan semakin berkembang dan melebar jika terpapar langsung oleh sinar matahari yang semakin memperburuk keadaan.

3. Ginjal

Selain menyerang otot dan kulit, penyakit lupus juga akan menyerang organ bagian dalam yang sangat penting dalam kehidupan manusia, yakni ginjal. Penyakit lupus yang juga dapat menyerang ginjal ini akan menyebabkan penimbunan protein di dalam sel-sel ginjal, namun hanya 50 % penderita lupus yang mengalami komplikasi pada ginjal. Penyakit lupus yang menyerang ginjal disebut dengan nefritis lupus (peradangan ginjal yang menetap). Pada akhirnya, penyakit nefiritis lupus ini akan mengalami gagal ginjal, pengobatan yang disarankan adalah melakukan dialisa atau pencangkokan ginjal.

4. Sistem saraf

Bagian organ tubuh penting lainnya yakni sistem saraf yang berpusat di otak. Sekitar 25% penderita lupus mengalami gangguan pada sistem saraf. Dari kasus yang ditemukan penderita lupus akan mengalami disfungsi mental yang bersifat ringan, korda spinalis maupun sistem saraf, kejang, psikosa, sindroma otak organik dan sakit kepala serta kelainan yang mungkin bisa terjadi di beberapa bagian lain dari otak.

5. Darah

Umumnya, sebagian masyakarat Indonesia yang mengetahui penyakit lupus ini tidak mampu menggerakkan tubuhnya dengan normal, karena penyakit lupus yang diketahui oleh masyarakat luas seperti gejala pada penyakit stroke dan emboli paru. Hampir 85 % penderita lupus yang tidak mampu mengerakkan tubuhnya banyak terjadi di kota besar, penderita hanya mampu tergolek kaku di tempat tidur disertai beberapa kelainan perubahan pada bagian tubuh seperti lengan mengecil, paha membesar, kelenjar pada bagian leher melebar membengkak dan mulut mengecil.

Komplikasi Penyakit Lupus ini diakibatkan oleh kelainan darah, terbentuknya bekuan darah di dalam vena maupun arteri yang dapat mengakibatkan stroke dan emboli paru. Hal ini disebabkan oleh jumlah trombosit yang berkurang dan tubuh membentuk antibodi yang melawan faktor pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan dan anemia akibat penyakit menahun.

6. Jantung

Bagian lainnya yang mengalami Komplikasi Penyakit Lupus dari tubuh yang sangat penting adalah jantung. Penyakit lupus juga dapat menyebabkan peradangan di berbagai bagian jantung seperti perikarditis, endokarditis maupun miokarditis, nyeri dada dan aritmia.

7. Paru-paru

Organ paru-paru pun tak luput dari komplikasi penyerangan dari penyakit lupus ini. Pada penyakit lupus yang juga menyerang paru-paru dapat terjadi pleuritis (peradangan selaput paru) dan efusi pleura ( penimbunan cairan antara paru dan pembungkusnya). Akibat yang akan terjadi adalah sering timbul nyeri dada dan sesak nafas.

Komplikasi Penyakit Lupus

Posted in Penyebab Penyakit Lupus | Tagged , , , , | Leave a comment