Gejala Penyakit Lupus

Gejala Penyakit Lupus – Berdasarkan kriteria yang disusun oleh para pakar reumatologi Amerika, kriteria spesifik untuk penyakit lupus memiliki tanda dan Gejala Penyakit Lupus berupa nyeri atau radang sendi, nyeri otot, demam yang hilang timbul tanpa sebab yang jelas, bercak merah pada wajah. Selain itu rambut rontok, nyeri ujung jari tangan dan kaki, sensitif terhadap sinar matahari, sariawan, radang ginjal, gangguan sistem darah, radang selaput paru dan jantung, radang saraf gangguan otak dan adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Gejala Penyakit Lupus

Gejala Penyakit Lupus

Pengobatan Gejala Lupus

Untuk pengobatannya sangat bervariasi antara satu penderita dengan penderita lainnya, tergantung dari keluhan penderita, berat ringannya penyakit, dan ada tidaknya komplikasi dan lainnya. Penyandang lupus hendaknya melakukan diet dengan tinggi asupan serat dan protein yang mudah dicerna memperbanyak sayuran mentah atau dikukus dan mengurangi santapan daging.

Menurut Prof. Dr. Zubairi Djoerban dari Divisi Hematologi Onkologi Medik departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSUPN Cipto Mangunkusumo, di Indonesia diperkirakan ada sekitar 1,5 juta penderita lupus. Namun kepedulian masyarakat awam terhadap penyakit autoimun ini masih kurang. Dokter Rachmat Gunadi Wachjudi SpPD-KR. rematolog dari RSHS Bandung mengatakan bhawa sampai april 2006 tercatat 380pasien lupus yang berobat di RSHS Bandung . Jumlah penyandang lupus yang sudah terdata di Jawa Barat mencapai 700 orang, dengan 10 kasus yang baru datang setiap bulan ke RS. Hasan Sadikin dalam kondisi bervariasi, mulai dari kelainan di bagian kulit hingga tiba dalam keadaan koma. Sebagian besar pasien yang datang adalah wanita dengan rentang usia antara 17-35 tahun dan hanya 19 orang pria.

 Jenis Penyakit Lupus

Penyakit lupus terbagi menjadi beberapa jenis, yakni adalah ;

  1. Penyakit lupus Diskoid atau kulit
    Biasanya gejala penyakit lupus yang satu ini ditandai dengan versi penyakit yang terbatas pada kulit saja, misalnya adalah munculnya ruam disekitar wajah, leher dan kulit kepala namun hal ini tidak mempengaruhi pada organ di sekitar internal.
  2. Penyakit lupus sistemik
    Pada sekitar 10% penderita penyakit lupus diskoid, penyebab penyakit lupus mengalami evolusi dan kemudian berkembang biak menjadi penyakit lupus sistemik yang bisa mempengaruhi organ internal di dalam tubuh misalnya adalah seperti sendi, paru-paru, ginjal, darah, serta jantung. Penyakit lupus ini juga biasanya ditandai dengan gejala penyakit lupus seperti periode suar disaat penyaki lupus sedang aktif dan periode remisi disaat penyakit lupus sedang tidak aktif. Tidak ada cara yang bisa membantu memperkirakan berapa lama suar ini aakn berlangsung. Dan setelah suar awal, pada beberapa pasien biasanya akan sembuh dan tidak mengalami gejala suar yang lain. Namun untuk beberapa penderita penyakit lupus suar akan datang dan pergi selama bertahun-tahun.
  3. Penyakit lupus akibat obat
    Penyebab penyakit lupus yang disebabkan oleh obat adalah suatu bentuk reaksi pada obat resep tertentu dan selain itu bisa menyebabkan gejala muncul yang lebih mirip kepada penyakit lupus sistemik. Obat yang biasanya menimbulkan reaksi lipus terjadi adalah obat untuk penyakit hipertensi jenis hydralazine dan obat aritmia jantung procainamide, atau obat tbc isoniazin, dan obat jerawat Minocycline dan sekitar 400 jenis obat yang lainnya. Gejala penyakit lupus kemudian akan mereda jika pasien menghentikan minum obat-obatan tersebut.
  4. Lupus neonatal
    Penyebab penyakit lupus ini disebabkan karena bayi yang belum lahir dan bayi yang baru lahir yang mempunyai ruam kulit serta mengalami komplikasi yang lain di dalam hati dan pada darahnya karena terjadinya serangan antibodi dari si ibu. Ruam yang muncul biasanya akan memudar dalam waktu selama 6 bilan pertama dari kehidupan si anak.

Penderita penyakit lupus kemungkinan akan melihat adanya ruam yang akan semakin berkembang pada kulit mereka. Ruam-ruam ini kemungkinan muncul dengan tidak normal yang biasanya sering disebut dengan penyakit kulit. Penyakit kulit kronis ditandai dengan kulit bersisik pada batas yang berbeda terjadi pada daerah yang terkena serangan sinar matahari namun kurang dibagian wajah. Dan selain itu juga kulit akut pada daerah datar merah misalnya seperti terbakar sinar matahari dibagian wajah merupakan salah satu bentuk penyakit kulit yang dialami penderita penyakit lupus.

Penyakit lupus biasanya akan membuat penderitanya menjadi fotosensitifitas. Mereka akan menjadi lebih sensitif pada sinar matahari. Alasan mengapa pasien menjadi rentan dan sensitif pada sinar matahari hingga saat ini masih belum bisa dipahami dengan pasti. Namun diduga, bagaimanapun juga, bahwa sinar Uv adalah sinar yang bisa membuat sel-sel kulit mengalami kerusakan untuk bisa mengekspresikan protein jenis tertentu pada permukaan mereka, dan menarik antibodi. Antibodi yang ada pada gilirannya kemudian akan menarik sel darah putih yang kemudian menyerang sel-sel kulit yang bisa menyebabkan terjadinya peradangan. Apoptosis atau juga akibat sel mati, dan biasanya hal ini terjadi pada saat ini, namun kemudian akan diperkuat pada pasien penyakit lupus yang akan membuat peradangan menjadi semakin terjadi.

Sensitivitas yang terjadi biasanya akan menimbulkan ruam dan juga menimbulkan kondisi kulit yang lain seperti sedang terbakar oleh sinar matahari. Pada penderita penyakit lupus sistemik, fotosenstifitas ini biasanya juga akan memicu terjadinya flare, termasuk salah satunya adalah gejala nyeri sendi dan mengalami kelelahan. Jika dibiarkan hal ini akan berubah menjadi penyakit kanker kulit.

Gejala Penyakit Lupus


=====================================

>>> Jeli Gamat Luxor Untuk Mengatasi Penyakit Penyakit Lupus dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyebab Penyakit Lupus and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *